Lombok Timur — Upaya memperkuat pelindungan dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus dilakukan melalui kegiatan LOKALATIH Menuju Desa Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Kabupaten Lombok Timur.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas bagi para pemangku kepentingan dalam mendorong terwujudnya desa yang mampu memberikan pelindungan kepada calon PMI, PMI, serta keluarga PMI.
LOKALATIH dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai pihak, yaitu International Organization for Migration (IOM), Co-funded by the European Union, Sweden Sverige, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Infest, dan ADBMI (Advokasi Buruh Migran Indonesia).
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi dan ruang diskusi mengenai penguatan peran desa dalam pelindungan PMI. Pembahasan juga diarahkan pada pentingnya membangun sistem pelindungan yang lebih dekat dengan masyarakat, mulai dari tingkat desa.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta berbagi pengalaman dari para peserta. Kolaborasi lintas lembaga diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan komitmen bersama dalam menghadirkan layanan serta informasi yang lebih baik bagi masyarakat yang berencana bekerja ke luar negeri maupun keluarga PMI.
Bagi Desa Menceh, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat komitmen terhadap perlindungan dan pemberdayaan PMI di tingkat desa. Desa diharapkan tidak hanya menjadi tempat pendataan, tetapi juga dapat berperan dalam memberikan informasi, pencegahan risiko, pendampingan, serta pemberdayaan bagi PMI dan keluarganya.
Kegiatan LOKALATIH yang dilaksanakan di Syariah Lombok Hotel ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, lembaga pendamping, dan berbagai pihak terkait dalam mewujudkan Desa Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Kabupaten Lombok Timur.
Melalui kolaborasi dan penguatan kapasitas yang berkelanjutan, diharapkan desa dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan migrasi yang aman, PMI yang terlindungi, serta keluarga PMI yang berdaya.


























































