MENCEH – Lembaga Sosial Desa (LSD) Menceh terus bergerak aktif dalam menguatkan ketahanan finansial warganya. Kali ini, bertempat di Dusun Lendang Loner, Desa Menceh, LSD menyelenggarakan pelatihan Manajemen Ekonomi Rumah Tangga (MERT) yang dikhususkan bagi keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Ketua LSD Menceh dan dihadiri oleh perwakilan dari ADBMI (Advokasi Buruh Migran Indonesia), Fauzan, yang bertindak sebagai fasilitator utama. Kehadiran ADBMI menegaskan komitmen bersama dalam mengawal agar hasil keringat para pahlawan devisa di luar negeri dapat dikelola dengan bijak oleh keluarga yang ditinggalkan di kampung halaman.
Memutus Rantai Konsumtif, Membangun Kemandirian
Dalam arahannya, Ketua LSD Menceh menyampaikan bahwa Dusun Lendang Loner memiliki potensi ekonomi yang besar dari sektor remitansi (uang kiriman PMI). Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, uang tersebut rentan habis untuk kebutuhan konsumtif jangka pendek.
"Tujuan kami turun langsung ke Dusun Lendang Loner adalah untuk mengubah pola pikir. Uang kiriman dari luar negeri jangan hanya dihabiskan untuk kebutuhan konsumsi hari ini, tetapi harus ada yang dialokasikan untuk modal usaha dan tabungan masa depan saat PMI nanti pulang," jelas Ketua LSD Menceh.
Strategi Cerdas Kelola Remitansi dari ADBMI
Fauzan selaku perwakilan ADBMI membedah formula praktis yang bisa langsung diterapkan oleh para ibu rumah tangga dan keluarga PMI di Lendang Loner. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang transparan antara PMI di negara penempatan dengan keluarga di rumah mengenai target keuangan.
Beberapa poin edukasi penting yang dipaparkan meliputi:
Rumus Alokasi Keuangan: Mengajarkan metode membagi pendapatan kiriman menjadi pos-pos wajib (dapur/sehari-hari), pos masa depan (pendidikan anak & tabungan), serta pos produktif (modal usaha).
Pencegahan Utang Berbunga Tinggi: Mengedukasi warga agar tidak mudah tergiur pinjaman online (pinjol) ilegal atau rentenir saat menghadapi kebutuhan mendesak.
Merintis Usaha Lokal: Mendorong keluarga PMI memanfaatkan potensi lokal Lendang Loner untuk mulai berwirausaha secara mikro, sehingga ada perputaran ekonomi baru di dusun.
Komitmen Pendampingan Berkelanjutan
Masyarakat Dusun Lendang Loner menyambut antusias pelatihan ini. Sesi diskusi berlangsung hidup dengan banyaknya peserta yang berkonsultasi mengenai tantangan mengatur keuangan yang selama ini mereka hadapi.
Di akhir acara, Ketua LSD menegaskan bahwa pelatihan MERT di Dusun Lendang Loner ini bukan sekadar seremonial. LSD Menceh bersama ADBMI berkomitmen untuk melakukan pendampingan berkala guna memastikan keluarga PMI di dusun ini benar-benar mampu naik kelas menjadi keluarga yang mandiri dan mapan secara ekonomi.